“Saya posisi sedang gemeteran & shock pasca kejadian itu,” ungkapnya.
“Saya gak mau nerusin ke polisi, karena saya ga punya bukti juga. Di daerah situ gak ada CCTV. Saya juga ga jelas liat pelakau atau sekadar plat motornya,” tuturnya.
YD mengaku kejadian tersebut terpatri hingga memberikan dampak psikis. Bahkan YD enggan untuk melakukan lari pagi menuju daerah tersebut.
“Pasca kejadian saya pulang ke rumah dengan perasaan gelisah, ketika jalan ke rumah saya selalu liat ke belakang, make sure gak ada orang aneh yang ngikutin saya. Saya gak mau lagi lari pagi di daerah situ. Rasanya malas dan takut aja. Gelisah,” jelasnya.
“Saya berharap diperbanyak CCTV di daerah manapun, supaya kejadian seperti ga terulang. Susah, kalau gaada CCTV nyari barang buktinya. Ngerasa ga aman banget,” tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)