JAKARTA - Bencana gunung berapi sering kali terjadi di Indonesia lantaran Indonesia terletak di atas tiga lempeng tektonik, yaitu Lempeng Eurasia, Australia, dan Pasifik.
Indonesia yang berada di atas lempengan tektonik tersebut membuatnya menjadi negara yang paling banyak memiliki gunung berapi.
Seperti yang dikabarkan baru-baru ini terdapat bencana Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru yang terjadi pada Sabtu (4/10) sore.
Perlu diketahui sebenarnya untuk mengantisipasi bencana alam gunung berapi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral telah membuat peta kawasan rawan bencana gempa bumi untuk seluruh kawasan di Indonesia jauh-jauh hari.
Peta tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat. Namun, masih banyak masyarakat yang tidak paham dan bahkan abai tentang pentingnya peringatan dini peta kawasan rawan bencana gunung berapi.
Hal itu juga ditegaskan Ahli Geologi dan Vulkanologi, Surono dalam Special Dialogue Okezone yang menanggapi peristiwa bencana Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru, Sabtu lalu.
"Sudah ada petanya dari dulu juga, kan udah ada peringatan dini peta kawasan rawan bencana, daerah Pronojiwo itu, dari dulu itu daerah bahaya. Tetapi kan tetap ditinggali, begitu kena, semua orang marah-marah, semua daerah-daerah misalnya Besuk Kobokan, Besuk Sat, Besuk Kembar, bahaya semua, merah semua itu," ujarnya dalam Special Dialogue Okezone.
Sebagai informasi tambahan, peta kawasan rawan bencana ini tentunya telah didasarkan pada hasil riset bertahun-tahun, sejarah letusan, tipikal letusan, arah letusan dan sebagainya yang sudah dipetakan oleh PVMBG.
Surono juga mengatakan daerah bahaya dalam peta kawasan rawan bencana itu memang sudah pemberian alam. Sehingga seharusnya masyarakatlah yang perlu tahu dan memahami tentang peta kawasan rawan bencana sebelum memutuskan menetap di daerah berbahaya dan harus siap menerima resikonya.
"Daerah bahaya itu kan diberikan oleh alam, alam itu memberikan harga pasti, tidak ada tawar-menawar, you tinggal disitu, kalau suatu saat kena, ya sudah itu aja," tambahnya.
(Khafid Mardiyansyah)