Gunung Semeru Siaga, Polisi Antisipasi "Wisatawan Bencana"

Avirista Midaada, Jurnalis
Minggu 19 Desember 2021 22:02 WIB
Petugas jaga kawasan rawan di sekitar Gunung Semeru (Foto : MPI)
Share :

LUMAJANG - Riskannya status Gunung Semeru membuat aparat kepolisian dan aparat terkait terus memperketat pengamanan. Pengamanan dilakukan untuk mengantisipasi adanya warga yang tidak berkepentingan masuk ke zona merah yang masuk daerah rawan dan jadi "wisatawan bencana".

Polres Malang pun terus membantu melaksanakan pengamanan ke sejumlah lokasi yang menjadi pintu masuk mobilitas permukiman di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Penyekatan dilakukan bersama instansi dari TNI, BPBD, dan warga desa setempat, di hari Minggu (19/12/2021).

Perwira pengendali (Padal) Siaga bencana erupsi Gunung Semeru Iptu Sigit menuturkan, sesuai instruksi dari Kapolres Malang AKBP Bagoes Wibisono, pengamanan dilakukan untuk mengurangi mobilitas ke lokasi bencana erupsi Gunung Semeru. Hal ini dikarenakan aktivitas gunung tertinggi di Pulau Jawa ini yang berada di siaga, atau level III.

"Hal ini sangat perlu dilakukan karena lokasi yang masuk dalam Zona Merah artinya adalah kawasan berbahaya dan terbatas," ujar Sigit, saat dikonfirmasi MNC Portal.

Selain itu kegiatan ini untuk menghalau masyarakat yang akan memberikan bansos, untuk diarahkan ke Posko Utama di kantor Kecamatan Pronojiwo.

Baca Juga : Erupsi Semeru, Tukang Cukur Ikut Galang Dana untuk Para Korban

Apalagi pada Minggu pagi tadi Gunung Semeru sempat mengeluarkan awan panas guguran (APG) sejauh 3,5 kilometer dari lidah lava. Maka hal ini disebut Sigit, cukup membahayakan bila terlalu mobilisasi kendaraan masyarakat di lokasi tersebut, akan mengganggu jalur evakuasi bagi para relawan dan tim pencarian korban jika terjadi erupsi susulan.

"Erupsi susulan masih sering terjadi, dan ini juga sangat membahayakan bagi masyarakat umum," katanya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya