Namun begitu, Jokowi yakin hal ini dihadapi karena banyak ahli-ahli teknologi di NU. Di mana banyak santri-santri yang bergelar doktor.
“Karena apa pun ke depan yang namanya teknologi harus mau tidak mau, kita harus masuk ke sana. Karena kita ingin teknologi ini maslahat bagi umat,maslahat bagi masyarakat, maslahat bagi rakyat. Jangan sampai ini malah merusak membuat hal hal yang negatif bagi rakyat kita,” pungkasnya.
Baca juga: Jokowi Ceritakan 'Juli Mencekam' Akibat Covid-19 Melonjak di Depan Kiai NU
(Fakhrizal Fakhri )