CAPE TOWN - Kebakaran yang melanda gedung parlemen Afrika Selatan di Cape Town pada Minggu (3/1/2022) menyebabkan kerusakan parah. Api merobohkan atap dan menghancurkan seluruh lantai di salah satu gedung. Pihak berwenang telah menangkap seorang pria berusia 50-an tahun sehubungan dengan kebakaran itu.
Kebakaran yang terjadi pada pagi hari berlangsung selama berjam-jam, melanda beberapa gedung yang berada di kompleks parlemen tersebut. Menjelang sore, petugas pemadam kebakaran masih berusaha memadamkan api di salah satu gedung.
BACA JUGA: Gedung Parlemen Afrika Selatan Dilalap Api, Dinding Retak Dikhawatirkan Runtuh
Menurut keterangan pihak berwenang, sistem sprinkler di gedung parlemen tersebut tampaknya telah dirusak sehingga tidak berfungsi.
Menteri Pekerjaan Umum dan Infrastruktur Patricia De Lille mengatakan kepada wartawan bahwa seorang pria telah ditangkap di dalam parlemen, menambahkan bahwa kasus itu telah diserahkan ke unit polisi elit bernama Hawks.
"Adalah peran Hawks untuk menyelidiki setiap serangan terhadap institusi politik," kata De Lille sebagaimana dilansir Reuters.
Parlemen mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tersangka adalah seorang pria berusia 50-an.
Tidak ada laporan tentang cedera.
Penyebab kebakaran belum diketahui tetapi De Lille mengatakan bahwa menurut laporan yang diterimanya, latihan kebakaran pemeliharaan standar telah dilakukan tepat sebelum parlemen tutup untuk liburan Natal dan Tahun Baru dan semuanya termasuk alat penyiram berfungsi.
BACA JUGA: Peraih Nobel Perdamaian Desmond Tutu Wafat di Usia 90 Tahun
"Apa yang ditemukan pagi ini adalah seseorang telah menutup salah satu katup dan kemudian tidak ada air untuk memicu sistem penyiram otomatis menyala," kata De Lille. Dia menambahkan bahwa rekaman CCTV mengkonfirmasi bahwa seseorang berada di dalam gedung sejak pagi dini hari.
Presiden Cyril Ramaphosa mengatakan kepada wartawan setelah mengunjungi lokasi itu bahwa pekerjaan parlemen akan terus berlanjut meskipun terjadi kebakaran. Dia juga memuji petugas pemadam kebakaran karena menyelamatkan "aset nasional yang sangat penting dari pemerintah kita".
Kompleks parlemen di Cape Town terdiri dari sekelompok bangunan, beberapa di antaranya berasal dari tahun 1884. Majelis Nasional, atau Majelis Rendah Parlemen, terletak di tempat yang dikenal sebagai Sayap Baru.
Majelis tinggi, atau Dewan Provinsi Nasional (NCOP), terletak di apa yang disebut Sayap Lama atau Majelis Lama, yang juga digunakan untuk rapat komite.
"Api telah dipadamkan di Sayap Lama. Petugas pemadam kebakaran saat ini berusaha mengendalikan api di Sayap Baru, di mana api telah mempengaruhi Kamar Majelis Nasional," kata parlemen dalam sebuah pernyataan.
Jean-Pierre Smith, anggota komite walikota Cape Town yang bertanggung jawab atas keselamatan dan keamanan, mengatakan atap gedung lama telah runtuh, dan menambahkan api telah memusnahkan lantai tiga gedung, termasuk ruang kantor dan gimnasium.
Dia juga mengatakan kepada wartawan bahwa alarm kebakaran parlemen hanya berbunyi ketika petugas pemadam kebakaran sudah berada di lokasi.
Menjelang sore asap sebagian telah mereda setelah mengepul selama berjam-jam dari atap dan pintu masuk Majelis Nasional. Namun kepala dinas pemadam kebakaran Kota Cape Town Jermaine Carelse mengatakan api masih menyala, dan sekarang terkonsentrasi di lantai satu dan tiga.
Kebakaran, yang dimulai tepat sebelum pukul 6 pagi, adalah yang kedua di parlemen dalam waktu kurang dari setahun. Pada Maret terjadi kebakaran yang disebabkan oleh korsleting listrik.
(Rahman Asmardika)