Pihaknya menambahkan, selama proses evakuasi diakui debit air Sungai Regoyo tak kunjung surut. Ia memprediksi banjir lahar dingin akan kembali terjadi, mengingat intensitas hujan tinggi di kawasan Gunung Semeru.
Sebelumnya diberitakan pada Minggu siang (2/1/2022), banjir lahar dingin bermaterialkan batu dan lumpur menerjang sekitar pukul 15.00 WIB. Banjir ini tak hanya dilaporkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memutus akses jembatan yang ada di aliran Sungai Regoyo.
Tetapi beberapa rumah di sekitar aliran sungai juga tertimbun material banjir lahar dingin. Banjir lahar dingin ini disebabkan curah hujan tinggi di seputaran lereng dan sebagian wilayah di Kabupaten Lumajang.
(Angkasa Yudhistira)