1958 – Diluncurkannya Explorer 1, satelit pertama milik AS
Explorer 1 (Alpha 1 1958) adalah satelit pertama bumi milik Amerika Serikat. Satelit ini diluncurkan sebagai bagian dari partisipasi dalam Tahun Geofisika Internasional. Misi tersebut diikuti dua satelit pertama Bumi tahun sebelumnya, yakni Sputnik 1 dan 2 milik Uni Soviet, yang menjadi awal Perang Dingin Seri Ruang Angkasa antar-kedua negara.
Explorer 1 diluncurkan pada 31 Januari 1958, pukul 22.48 waktu timur (sama dengan 1 Februari 03.48 UTC karena perubahan berjalannya waktu lewat tengah malam) di atas pendorong Juno pertama dari LC-26 di Cape Canaveral Missile Annex, Florida. Ini adalah pesawat ruang angkasa pertama yang mendeteksi sabuk radiasi Van Allen. Ia tetap di orbit sampai 1970 dan telah diikuti lebih dari 90 pesawat ruang angkasa ilmiah dalam seri Explorer.
Baca juga: Sepak Terjang NU Perjuangkan Kemerdekaan Indonesia
1961 – Simpanse pertama diluncurkan ke luar angkasa
Pada 31 Januari 1961, simpanse bernama Ham diluncurkan ke luar angkasa dari Tanjung Canaveral, Florida, Amerika Serikat, menggunakan Kapsul Project Mercury MR-2. Ham menjadi primata pertama yang diluncurkan ke luar angkasa. Kapsul yang ditumpangi Ham kembali ke Bumi di hari yang sama dan jatuh di Samudera Antlantik. Setelah mendarat, Ham menderita memar pada hidungnya.
Simpanse Ham sendiri diketahui lahir pada Juli 1956. Ia lahir dengan nama "Chang", namun lebih dikenal Ham si simpanse. Ham adalah singkatan untuk laboratorium yang mempersiapkannya untuk misi bersejarah ini yakni Holloman Aerospace Medical Center dan terletak di New Mexico.
Ham diluncurkan dari Bumi pada 31 Januari 1961 menggunakan kapsul Project Mercury MR-2. Ia meninggal pada 19 Januari 1983 dan dimakamkan di New Mexico Museum of Space History, Alamogordo, New Mexico.
Baca juga: Muktamar NU Fokus Bahas Kemandirian Organisasi dan Optimalisasi Pelayanan Umat
(Fakhrizal Fakhri )