Rusia Invasi Ukraina: Korban Sipil Lebih dari 1.200, Pengungsi Tembus 2 Juta

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Rabu 09 Maret 2022 06:57 WIB
Warga sipil menjadi korban perang Rusia vs Ukraina (Foto: Getty Image/BBC Indonesia)
Share :

Duta Besar Ukraina untuk PBB menuduh Rusia melakukan aksi penembakan di koridor kemanusiaan, sehingga menghalangi warga sipil meninggalkan zona perang utuk menuju Eropa dan mencegah pengiriman bantuan kemanusiaan. 

Tetapi duta besar Rusia untuk PBB membantah tuduhan itu dan sebaliknya menganggap Ukraina lah yang menolak proposal gencatan senjata.

Rusia usulkan koridor kemanusiaan, Ukraina tuding 'tidak bermoral' Sebelumnya, Rusia mengatakan akan melakukan gencatan senjata di beberapa kota Ukraina untuk membentuk koridor kemanusiaan sehingga warga sipil bisa keluar dari zona perang, demikian laporan media pemerintah.

Gencatan senjata berlangsung Senin (07/03) dari pukul 10:00 waktu Moskow, menurut Kementerian Pertahanan Rusia. Rute evakuasi bagi warga sipil dibentuk di ibu kota Kyiv, Kharkiv, Mariupol dan Sumy. Kota-kota tersebut saat ini berada di bawah operasi serangan Rusia yang terus digencarkan.

Namun proposal gencatan senjata baru Rusia yang mengizinkan warga sipil untuk meninggalkan zona perang di kota-kota utama ini dicap "tidak bermoral" oleh Ukraina. "Ini adalah cerita yang sama sekali tidak bermoral.

"Penderitaan rakyat digunakan untuk menciptakan gambar-gambar di televisi seperti yang diinginkan," kata Juru bicara Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, dalam pesan tertulisnya, seperti dikutip kantor berita Reuters.

Dari empat kota yang disebutkan, hanya Mariupol dan Sumy yang punya jalur evakuasi ke wilayah Ukraina lainnya.

Warga sipil di Kyiv ditawari perjalanan yang aman ke wilayah sekutu Rusia, Belarus, sedangkan warga di Kharkiv akan memiliki koridor yang hanya mengarah ke wilayah Rusia.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya