Memburu Kapal-Kapal Super Mewah Bernilai Fantantis Milik Orang-Orang Dekat Putin

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Sabtu 26 Maret 2022 02:06 WIB
Kapal My Solaris. (Foto: BBC)
Share :

DUA kapal pesiar mewah (superyacht) yang terkait dengan oligark Rusia, Roman Abramovich, telah berlabuh di Turki, di luar jangkauan sanksi Inggris dan Uni Eropa.

Masing-masing kapal itu berharga lebih dari US$500 juta (sekitar Rp7 triliun) dan termasuk di antara sejumlah kapal yang dilacak oleh Lloyd's List Intelligence.

Pakar data perkapalan telah memantau perangkat pelacak di kapal-kapal itu dan membagikan informasi ini secara eksklusif kepada BBC. Pemantauan itu memungkinkan perjalanan kapal-kapal tersebut, dan kapal-kapal lainnya yang terkait dengan sanksi terhadap Rusia, bisa dipetakan.

Sebuah kapal, yang mengangkut para pemuda Ukraina, mencoba menghentikan kapal superyacht My Solaris yang berlabuh di Bodrum di Turki. Sementara itu kapal Eclipse, yang juga terkait dengan Abramovich, berlayar ke Marmaris.

Inggris, AS, dan Uni Eropa mengatakan mereka akan mengincar kapal-kapal itu.

Sejauh ini mereka telah menyita delapan kapal. Ada lebih banyak kapal lagi yang masih buron, beberapa sedang berlayar, dan yang lainnya sedang ditambatkan di tempat-tempat yang saat ini aman dari sanksi, termasuk Maladewa.

Banyak superyacht terkait dengan miliarder Rusia, tetapi kepemilikannya diselimuti kerahasiaan. Kapal-kapal itu sering didaftarkan melalui beberapa perusahaan asing.

Tim di Lloyd's List menyelidikinya melalui surat registrasi, laporan kredit, dan catatan-catatan lain untuk menentukan siapa yang mereka yakini terkait dengan setiap kapal superyacht.

Roman Abramovich

My Solaris, yang diperkirakan bernilai US$600 juta (setara Rp8,6 triliun), memiliki kolam renang dan helipad. Kapal ini dapat menampung lebih dari 30 tamu dengan total awak kapal bisa mencapai 60 orang.

Superyacht ini meninggalkan Barcelona pada 8 Maret, setelah menjalani perbaikan.

Kapal itu berlabuh di Tivat, Montenegro, beberapa hari setelah Abramovich diberi sanksi oleh Inggris. Tivat berada di Teluk Kotor yang dikelilingi gunung-gunung. Tempat itu memiliki beberapa marina besar dan merupakan 'markas' bagi superyacht.

My Solaris meninggalkan Tivat dan sedang berlayar di lepas pantai barat Yunani, ketika Uni Eropa memberi sanksi kepada Abramovich pada 15 Maret.

Setelah tanggal itu, data pelacakan kapal menunjukkan posisi My Solaris sedang menjauhi perairan teritorial Yunani --anggota Uni Eropa-- dan berlayar di perairan internasional.

Di wilayah itu, kapal tidak dapat disita.

Pada 21 Maret, My Solaris tiba di Bodrum, Turki. Kota itu punya marina modern yang dapat menampung superyacht sepanjang 140 meter.

Namun, jalurnya terhalang sebuah perahu yang membawa delapan pemuda dari tim pelayaran junior Ukraina dan pelatih mereka, yang mengibarkan bendera Ukraina.

Pelatih Paulo Donstov mengatakan kepada BBC bahwa mereka ada di sana untuk berkompetisi dalam kejuaraan berlayar. Kemudian, mereka diberi tahu tentang kedatangan My Solaris.

"Kami ingin dunia tahu bahwa Ukraina menginginkan kebebasan dan perdamaian," kata Donstov, yang keluarganya masih berada di kota pelabuhan Odesa, Ukraina.

Turki mengatakan "tidak berniat" untuk bergabung dengan Uni Eropa untuk memberikan sanksi terhadap Rusia. Negara itu juga masih mengizinkan penerbangan langsung dari Rusia, tidak seperti negara-negara Eropa lainnya.

Kapten salah satu kapal yang terkait dengan konglomerat Rusia, yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan kepada BBC bahwa para pejabat Turki mengatakan "sangat menyambut" kedatangan kapal-kapal Rusia dan mereka akan "diperlakukan seperti kapal lainnya".

Eclipse adalah salah satu superyacht terbesar di dunia. Kapal ini memiliki sembilan dek, dua helipad, dan kapal selam yang mampu mengangkut tiga orang. Eclipse juga dikabarkan memiliki sistem pertahanan misil dan sistem laser untuk mencegah fotografer mengambil gambar kapal.

Kapal itu berlabuh di Pulau Sint Maarten, wilayah Belanda di Karibia. Tetapi kapal itu kembali beranjak pada awal Maret. Eclipse kemudian berlayar ke timur melalui Mediterania, utara Aljazair.

Pada 22 Maret, data menunjukkan kapal itu tiba di Marmaris, Turki. Pusat turisme itu merupakan bekas desa nelayan, yang menjadi tujuan populer bagi kapal-kapal superyacht. Ada marina, kastil Ottoman, dan lebih dari 50 situs menyelam di dekatnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya