Dari situ, polisi mengamankan 16 pemuda di Jalan Soleh Iskandar dengan barang bukti 4 sarung modifikasi dan 3 meriam spirtus. Mereka dibawa ke Polresta Bogor Kota untuk didata dan dibina.
"Seluruh pemuda dibawa untuk pendataan dan pembinaan," jelasnya.
BACA JUGA:Tawuran Tewaskan Pelajar di Teluk Naga, Polisi Tetapkan 3 Tersangka
Dhoni menambahkan, awalnya perang sarung memang bagian dari tradisi masyarakat setiap bulan Ramadhan. Tetapi, sekarang menjadi ajang untik saling melukai hingga menimbulkan korban luka.
"Perang sarung telah berubah konsep. Dulunya hanya becanda menjadi ajang melukai, dan pengeroyokan hingga timbul korban luka," pungkasnya.
(Awaludin)