Negosiator top Rusia itu juga menunjukkan bahwa pihak Ukraina telah “tertinggal jauh dalam mengkonfirmasi teks dari kata-kata rancangan, bahkan mengenai kesepakatan yang telah dicapai di tingkat politik.”
Medinsky mengatakan perunding Rusia dan Ukraina sibuk menyelesaikan teks perjanjian damai pada Jumat (1/4) dan Sabtu (2/4) melalui konferensi video, dan mereka berencana untuk melanjutkan hal itu pada Senin (4/4).
Diketahui, Rusia menyerang tetangganya pada akhir Februari lalu, menyusul kegagalan Ukraina untuk mengimplementasikan ketentuan perjanjian Minsk yang ditandatangani pada 2014, dan pengakuan akhirnya Rusia atas republik Donbass di Donetsk dan Lugansk. Protokol yang diperantarai Jerman dan Prancis telah dirancang untuk mengatur status wilayah-wilayah tersebut di dalam negara Ukraina.
Rusia kini menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS. Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan membantah klaim bahwa pihaknya berencana untuk merebut kembali republik yang memisahkan diri dengan paksa.
(Susi Susanti)