Visser yang sudah jadi mualaf dan berganti nama jadi Mochammad Idjon Djanbi.
Tahun 1951, Letda Sugianto, yang saat itu merupakan ajudan Kolonel Alexander Evert Kawilarang, Panglima Komando Tentara Teritorioum III/Siliwangi, membutuhkan jasa Idjon Djanbi di TNI.
Kawilarang mempunyai harapan untuk mewujudkan permintaan salah satu temannya yang tewas dalam pemberantasan Republik Maluku Selatan. Kolonel Ignatius Slamet Rijadi, kolega Kawilarang, ingin membuat pasukan khusus dengan kualifikasi para-komando.
Namun, TNI belum punya perwira yang bisa memproduksi prajurit-prajurit berkualifikasi. Nama Idjon Djanbi muncul sebagai salah satu kandidat perwira yang dianggap cocok untuk melatih prajurit TNI baru.
Sugianto akhirnya meminta Idjon melatih para prajurit Kesatuan Komando Tentara Teritorium (Kesko TT-III) Siliwangi di Batujajar, Jawa Barat. Unit inilah yang kemudian menjadi cikal-bakal Kopassus TNI-AD. Dia pun tercatat menjadi Danjen Kopassus pertama.
Baca: Kisah Idjon Djanbi, Pendiri Kopassus yang Lihai Pisahkan Dunia Sipil dan Militer
(Fakhrizal Fakhri )