"Bagaimana jika tatal-tatal itu aku manfaatkan untuk membuat saka guru?" Barangkali, itulah ilham yang dipancarkan oleh Gusti Allah ke dalam dada Sunan Kalijaga, sehingga ia segera mengumpulkan tatal-tatal kayu jati.
Setelah terkumpul dalam satu tumpukan, ia segera mengatur sedemikian rupa sehingga menjadi berbentuk seperti sebuah saka guni yang sama ukurannya dengan tiang para Wali Sanga lainnya. Saka guru atau tiang itu kemudian disebut dengan 'saka tatal’ tiang penyangga masjid Demak yang terbuat dari kayu dan memiliki motif.
(Qur'anul Hidayat)