Raden Patah dan para Wali Sanga lainnya menganggukkan kepala mendengar penjelasan Sunan Kalijaga yang nampaknya sangat piawai dalam bidang seni-budaya.
Hal itu terbukti bahwa ia tidak sekadar membuat tatal-tatal itu menjadi 'saka guru' tiang Masjid Agung Demak, tetapi sekaligus dapat mengurai makna filosofinya.
Sumber: Buku Brawijaya Moksa Detik-Detik Akhir Perjalanan Hidup Prabu Majapahit.
(Erha Aprili Ramadhoni)