TEHERAN - Sepuluh orang tewas dan puluhan lainnya diperkirakan terperangkap setelah sebuah bangunan yang belum selesai dibangun runtuh di barat daya Iran pada Senin (23/5/2022), kata Bulan Sabit Merah Iran.
Tim penyelamat telah menarik 35 orang dari puing-puing blok kantor Metropol setinggi 10 lantai di Abadan, tambahnya.
Foto-foto menunjukkan bahwa lantai beton dan balok baja jatuh ke jalan di bawah, menghancurkan beberapa mobil.
Para pejabat mengatakan penyebab keruntuhan sedang diselidiki.
Jaksa setempat Hamid Maranipour mengatakan pemilik Metropol dan kontraktor bangunan telah ditangkap, demikian diwartakan BBC.
Kantor berita negara Irna melaporkan bahwa bangunan itu terletak di jalan komersial tersibuk Abadan, dan lantai bawahnya telah dibuka selama beberapa hari sementara pekerjaan konstruksi berlanjut di atasnya.
Saksi mata mengatakan keruntuhan, yang terjadi sekitar pukul 12:40 waktu setempat, dan terjadi secara tiba-tiba.
"Saya pikir itu gempa bumi pada awalnya," Ahmad, seorang pemilik toko, mengatakan kepada Associated Press.
Bulan Sabit Merah Iran mengatakan 23 tim penyelamat dari Abadan dan kota-kota tetangga bergegas ke tempat kejadian bersama dengan lebih dari selusin ambulans.
Awalnya dikhawatirkan setidaknya 80 orang terjebak di reruntuhan, tetapi setelah beberapa jam penyelamat menurunkan yang hilang menjadi "puluhan" orang.