BANDUNG - Jajaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat (Jabar) dan keluarga besar Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, menggelar shalat gaib untuk Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril yang hilang di Sungai Aare, Bern, Swiss.
Shalat gaib digelar secara tertutup di Kantor MUI Jabar, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Kamis (2/6/2022) malam. Selain jajaran MUI Jabar dan keluarga besar, juga sejumlah ulama.
Kegiatan tersebut mendapatkan kesepakatan dari pihak keluarga, termasuk kesepakatan dari Ridwan Kamil dan istrinya, Atalia Praratya.
Shalat gaib juga digelar berdasarkan perhitungan pihak keluarga dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Swiss yang telah meyakini Emmeril telah meninggal dunia. Sebab, setelah delapan hari pencarian, Eril tak kunjung ditemukan.
"Keluarga meminta ingin ketemu berkonsultasi, kami harus bagaimana secara syariat? Saya katakan, kalau sudah yakin, kewajiban itu adalah menyalatkan," tutur Rachmat menjelaskan dasar syariat pelaksanaan shalat gaib tersebut.
Menurut Rachmat, shalat gaib dilaksanakan berdasarkan pertimbangan terbuka terkait data dan situasi terakhir proses pencarian Emmeril. Hal itu juga diperkuat dengan keterangan dari pihak yang berwenang, dalam hal ini KBRI Swiss yang mengacu pada keterangan pihak kepolisian setempat.
"Maka saya tadi mengajak langsung (shalat gaib) karena sudah ada informasi dari pihak yang berwenang, dari Swiss. Kemudian keyakinan berdasarkan syariat, langkah-langkahnya sudah dikaji," katanya.
Meski telah menggelar shalat gaib, namun Rachmat menegaskan pihaknya tidak mempersoalkan kelanjutan proses pencarian Emmeril.