Pihak berwenang Nigeria menghadapi kritik yang meningkat karena gagal mengatasi ketidakamanan yang meluas termasuk pembunuhan yang sering dan penculikan untuk tebusan oleh geng-geng bersenjata.
Dalam pidato untuk menandai peringatan 23 tahun kembalinya Nigeria ke demokrasi pada Minggu (12/6/2022), Presiden Muhammadu Buhari mengakui meningkatnya kekerasan oleh berbagai kelompok bersenjata di seluruh negeri.
Dia mengatakan, pemerintahnya sedang melakukan yang terbaik untuk mengatasi masalah ini.
Lebih dari 3.500 orang telah tewas dalam tiga bulan pertama tahun ini saja dan ribuan lainnya telah diculik.
(Rahman Asmardika)