"Dengan tidak adanya kasus baru di luar area lockdown, maka mata rantai penularan wabah saat ini telah terputus," demikian juru bicara Pemerintah Kota Beijing Xu Hejian kepada pers, Sabtu (18/6/2022).
Pada Jumat (17/6/2022) terdapat sembilan kasus baru sehingga totalnya menjadi 369 kasus terkait klaster bar. Klaster bar ditemukan pada Kamis (9/6/2022) atau tiga hari setelah Beijing mencabut status lockdown secara keseluruhan pada Senin (6/9/2022).
BACA JUGA: China Dilanda Wabah Virus Terburuk dalam 2 Tahun, Jutaan Orang Di-lockdown
Akibat munculnya klaster bar tersebut, Beijing menerapkan status lockdown lagi di beberapa kawasan. Pusat perbelanjaan, kafe, dan restoran di kawasan Sanlitun juga kembali ditutup.
Warga yang tinggal di Distrik Chaoyang juga diwajibkan tes PCR setiap hari lagi sejak Kamis (9/6/2022) itu.
(Rahman Asmardika)