NEW YORK – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Jens Stoltenberg, kepada tabloid Bild Jerman pada Sabtu (18/6/2022) memperingatkan Moskow sebagai "ancaman bagi keamanan kita" daripada "mitra" dalam konsep strategi barunya.
Organisasi yang dipimpin Amerika Serikat (AS) juga akan terus mempersenjatai Ukraina – selama bertahun-tahun jika perlu – dengan harapan memungkinkannya untuk mengusir pasukan Rusia dari Donbass.
Stoltenberg menegaskan anggota blok harus mempersiapkan kemungkinan bahwa konflik antara Moskow dan Kiev akan berlangsung selama bertahun-tahun. Karena itu Barat tidak boleh berhenti mempersenjatai Ukraina, bahkan jika biayanya tinggi tidak hanya karena dukungan militer tetapi juga karena dari kenaikan harga energi dan pangan.
Stoltenberg menyatakan harapan bahwa senjata modern yang dipasok oleh Barat akan “meningkatkan kemungkinan” bahwa Ukraina dapat menang.
Baca juga: NATO: Barat Harus Siap Perang Jangka Panjang di Ukraina
Dia juga memperingatkan bahwa hal-hal tidak bisa begitu saja kembali normal.
“Jika Presiden Rusia Vladimir Putin belajar dari perang ini bahwa dia dapat melanjutkan seperti yang dia lakukan setelah perang 2008 melawan Georgia,” dan setelah Krimea bergabung kembali dengan Rusia pada 2014, maka kita akan membayar harga yang jauh lebih tinggi,” terangnya.
Pada 2008, Rusia berperang singkat dengan Georgia, setelah Tbilisi menembaki Ossetia Selatan dan membunuh penjaga perdamaian Rusia.