“Saya bisa memberi Anda seluruh dunia James, jika Anda bisa memberi saya kesempatan, saya pikir Anda bisa menjadi yang paling bahagia yang pernah Anda alami dalam hidup Anda. Saya benar-benar bersungguh-sungguh,” tulis Franks dalam email kepada Prest, yang menunjukkan bahwa dia masih mencintainya bertahun-tahun setelah dia meninggalkan toko Milton Keynes, dikutip Oddity Central.
“Saya harap Anda baik-baik saja di dalam dan luar. Saya mencoba menghilangkan kecemasan saya. Saya telah menemukan beberapa hal yang dapat membantu, jadi saya akan mencobanya,” lanjutnya.
Sehari setelah Franks menulis email di atas, seorang jurnalis BBC yang menyelidiki situs gelap yang memberi tahu polisi tentang posting mengerikan yang mereka temui. Situs web ini digunakan untuk meminta semua jenis kejahatan, dari transaksi narkoba hingga penjualan dan pembelian data yang diperoleh secara ilegal, tetapi ini adalah permintaan untuk pembunuh bayaran.
“Saya mencari pembunuhan seorang wanita. Saya memiliki 1.000 poundsterling (Rp18 juta) dan saya bersedia membayar lebih. Wanita ini telah menyebabkan banyak masalah bagi saya dan orang lain. Tolong bisakah Anda membantu menyelesaikan ini,” bunyi tulisan itu. Di dalam email itu juga tertera nama dan alamat korban, Ruut Ruutna.
Polisi mencari Ruutna dan membawanya ke rumah persembunyian demi keselamatannya sendiri. Saat diatanya apakah dia tahu siapa yang ingin membunuhnya. Ruutna mengaku memiliki firasat tentang orang itu.
Alhasil, Franks pun ditangkap pada 10 September 2020, dan selama interogasi mengakui bahwa dia telah memposting permintaahn pembunuhan bayaran di situs gelap itu.