Pada Maret tahun lalu, air mancur lava meletus secara spektakuler di daerah itu dari celah sepanjang 500 hingga 750 meter, berlanjut hingga September dan menarik ribuan orang Islandia dan turis ke tempat kejadian.
Tidak seperti letusan pada 2010 gunung berapi Eyjafjallajokull yang tertutup es, yang menghentikan sekira 100.000 penerbangan dan memaksa ratusan warga Islandia meninggalkan rumah mereka, letusan ini diperkirakan tidak akan memuntahkan banyak abu atau asap ke atmosfer.
Terletak di antara lempeng tektonik Eurasia dan Amerika Utara, salah satu yang terbesar di planet ini, Islandia sering mengalami gempa bumi dan memiliki aktivitas vulkanik yang tinggi karena kedua lempeng bergerak berlawanan arah.
(Rahman Asmardika)