Adies melanjutkan, dirinya tidak ingin melarang pejabat Polri di daerah beserta istrinya untuk memiliki mobil banyak dan bergaya hidup mewah. Namun, ia meminta agar tidak ditunjukkan ke publik lewat media sosial (medsos). Karena mungkin, orang tuanya sudah kaya sejak dulu, karena menimbulkan prasangka publik.
“Tapi jangan lah diperlihatkan sehingga membuat masyarakat itu nyinyir, membuat masyarakat melihat oh ternyata begini Polri,” pintanya.
Padahal, kata Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini, pihaknya melihat para petinggi Polri di pusat seperti misalnya Kapolri Jenderal Listyo Sigit, Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono dan petinggi lainnya bergaya hidup secara sederhana sama seperti dahulu.
“Pak Sigit, Pak Gatot, Pak Agus, Pak Anang ini apalagi, Pak Dofiri, Pak Agung, kami kenal lama dan biasa-biasa saja, tidak ada yang berubah dengan beliau-beliau ini. Gampag sekali komunikasinya dan juga penampilannya biasa-biasa saja,” ungkap Adies.
Oleh karena itu, Adies meminta agar perilaku teman-teman Polri di daerah ini perlu diubah agar mengembalikan kembali kepercayaan masyarakat. Polri harus menunjukkan kekompakkan institusi, jangan sampai muncul kesan terpecah-belah.
“Semakin Polri ini solid semakin kuat, masyarakat juga akan melihat inilah wajah Polri kita. jangan sampai terpecah belah yang dikhawatirkan akan membuat semakin terpuruk,” tandasnya.
(Arief Setyadi )