JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo, menekankan bahwa legasi terbesar Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo, tidak hanya terletak pada gagasan ekonomi sebagai konstruksi konseptual.
“Tetapi juga pada etos berpikir yang menempatkan pembangunan sebagai kerja kebangsaan yang harus memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya saat Forum Refleksi 109 Tahun Prof. Soemitro Djojohadikusumo yang diadakan The Kertanegara Institute, dikutip, Jumat (29/5/2026).
Dia menegaskan, bahwa ekonomi, dalam perspektif Prof. Soemitro, bukan sekadar berbicara mengenai angka dan pertumbuhan makro, melainkan tentang bagaimana arah pembangunan dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
“Indonesia saat ini tengah berada dalam fase transformasi yang membutuhkan kontribusi pemikiran terbaik dari generasi muda,”ujarnya.
Sara-- panggilan akrabnya -- mengatakan, di tengah persaingan global yang semakin ketat dan dinamika geopolitik yang terus berkembang, pembangunan dan industrialisasi, menurutnya, harus tetap diarahkan agar memberi dampak konkret bagi masyarakat kecil.
Dia juga menekankan pentingnya melihat bagaimana inisiatif pembangunan dari tingkat lokal termasuk di level desa.
“Karena dapat memberi kontribusi terhadap penguatan kemandirian nasional secara lebih luas,” tutup Sara yang juga merupakan cucu dari Prof. Soemitro tersebut.
Founder and Chairman The Kertanegara Institute, Raga Awandayu Prakasa menambahkan, bahwa pertemuan ini menjadi kesempatan untuk mengenang sekaligus merefleksikan kembali warisan pemikiran Prof. Soemitro.
“Terutama dalam melihat bagaimana gagasan-gagasan besar tersebut tetap relevan bagi generasi muda hari ini,” ujarnya.