PRANCIS - Menteri Transportasi Prancis Clément Beaune telah meminta penjelasan atas tuduhan bahwa perusahaan minyak TotalEnergies telah terlibat secara tidak langsung dalam memasok bahan bakar ke angkatan udara Rusia.
Seperti diketahui, sebagian besar perusahaan Barat telah meninggalkan Rusia, namun TotalEnergies masih memiliki 49% saham di ladang gas Rusia.
Laporan Prancis mengatakan bahan bakar jet yang dihasilkan dari gasnya telah digunakan oleh jet tempur Rusia di Ukraina.
Baca juga: Rusia Catat 9.861 Angkatan Bersenjata Meninggal di Perang Ukraina, Laporan Segera Dihapus
"Ini masalah yang sangat serius," terangnya kepada France 2 TV.
"Jadi harus diklarifikasi apakah, secara sukarela atau tidak, telah terjadi penyalahgunaan sanksi atau energi yang dihasilkan oleh perusahaan mana pun, Prancis atau lainnya,” lanjutnya.
Baca juga: Rusia Serang Lapangan Udara Angkatan Udara Ukraina, Tembak Jatuh 3 Pesawat Tempur dan Drone
Menurut surat kabar Le Monde, kondensat gas cair dari ladang Termokarstovoye di Siberia telah diubah oleh kilang di Omsk menjadi minyak tanah yang digunakan sebagai bahan bakar jet oleh pembom Rusia. Tuduhan surat kabar itu didasarkan pada penyelidikan oleh LSM Global Witness.
Bahan bakar yang dipasok jet Sukhoi yang membombardir Mariupol, dilaporkan, khususnya serangan 16 Maret di teater kota Ukraina di mana sekitar 600 orang tewas.
TotalEnergies tidak hanya memiliki hampir setengah dari ladang gas, tetapi juga memiliki lebih dari 18% dari perusahaan Rusia Novatek, yang mengendalikan sisanya. Namun, perusahaan ini disebut-sebut telah memulai "penangguhan bertahap kegiatannya" di Rusia.