TIRANA - Albania pada Rabu, (7/9/2022) memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran dan mengusir diplomatnya setelah menyalahkan Republik Islam itu atas serangan siber yang terjadi pada Juli. Albania memerintahkan diplomat Iran dan staf kedutaannya untuk meninggalkan negara itu dalam waktu 24 jam.
BACA JUGA: Misteri Serangan Siber DDoS Terbesar Sepanjang Sejarah Terpecahkan
"Pemerintah telah memutuskan dengan segera untuk mengakhiri hubungan diplomatik dengan Republik Islam Iran," kata Perdana Menteri Edi Rama dalam sebuah pernyataan video, sebagaimana dilansir Reuters.
"Tanggapan ekstrem ini ... sepenuhnya sebanding dengan gravitasi dan risiko serangan siber yang mengancam melumpuhkan layanan publik, menghapus sistem digital dan meretas catatan negara, mencuri komunikasi elektronik intranet pemerintah dan menimbulkan kekacauan dan ketidakamanan di negara ini," tambah Rama.
BACA JUGA: Beri Info Rahasia ke Peretas Iran, PRT Menteri Israel Dihukum Penjara 3 Tahun
Dalam sebuah pernyataan, kementerian luar negeri Iran mengecam keras keputusan Albania ini, membantah tuduhan Tirana, menyebutnya sebagai "klaim tak berdasar".
Albania sebelumnya mengatakan telah menggagalkan beberapa serangan yang direncanakan oleh agen Iran terhadap kelompok oposisi Iran.