"Penyelidikan mendalam memberi kami bukti tak terbantahkan bahwa serangan siber terhadap negara kami diatur dan disponsori oleh Republik Islam Iran melalui keterlibatan empat kelompok yang melakukan agresi," kata Rama.
Albania dan Iran memiliki hubungan yang tegang sejak 2014, ketika Albania menerima sekira 3.000 anggota kelompok oposisi Organisasi Mujahidin Rakyat Iran yang diasingkan, juga dikenal dengan nama Farsinya Mujahideen-e-Khalq, yang telah menetap di sebuah kamp dekat Durres, wilayah pelabuhan utama negara itu.
(Rahman Asmardika)