Dihantam Serangan Siber Besar-besaran, Pemerintah Montenegro Matikan Semua Komputer dan Internet

Rahman Asmardika, Jurnalis
Senin 12 September 2022 18:44 WIB
ilustrasi.
Share :

PODGORICA — Komputer di markas besar pemerintahan Montenegro dicabut dan internet dimatikan di tengah serangan siber besar-besaran di negara Balkan anggota NATO itu. Para pejabat mengatakan bahwa serangan itu memiliki ciri khas peretas pro-Rusia dan layanan keamanannya.

Serangan terkoordinasi yang dimulai sekira 20 Agustus itu melumpuhkan platform informasi online pemerintah dan menempatkan infrastruktur penting Montenegro, termasuk perbankan, sistem tenaga air dan listrik, dalam risiko tinggi.

Para ahli menggambarkan serangan itu sebagai intensitas yang belum pernah terjadi sebelumnya dan terpanjang dalam sejarah negara itu. Ini merupakan yang terbaru dari serangkaian serangan siber sejak Rusia menginvasi Ukraina di mana peretas menargetkan Montenegro dan negara-negara Eropa lainnya, kebanyakan dari mereka adalah anggota NATO.

Menteri Pertahanan Rasko Konjevic mengatakan pejabat pemerintah disarankan oleh para ahli dunia maya, termasuk tim penyelidik FBI yang dikirim ke Montenegro untuk terputus dari jaringan internet demi alasan keamanan.

“Kami telah menghadapi tantangan serius terkait serangan siber selama sekira 20 hari, dan seluruh sistem negara, sistem administrasi negara, dan sistem layanan kepada warga berfungsi pada tingkat yang agak terbatas,” kata Konjevic kepada The Associated Press.

Dia mengatakan para ahli dari beberapa negara berusaha membantu memulihkan sistem komputer pemerintah Montenegro dan menemukan bukti siapa yang berada di balik serangan itu.

Pejabat Montenegro mengatakan serangan yang melumpuhkan infrastruktur digital pemerintah kemungkinan dilakukan oleh geng ransomware berbahasa Rusia yang umumnya beroperasi tanpa campur tangan Kremlin selama tidak menargetkan sekutu Rusia.

Geng, yang disebut Cuba ransomware itu, mengaku bertanggung jawab atas setidaknya sebagian dari serangan siber Montenegro, di mana ia menciptakan virus khusus untuk serangan yang disebut Zerodate.

Badan Keamanan Nasional Montenegro menyalahkan serangan itu pada Rusia.

Rusia memiliki motif kuat untuk serangan semacam itu karena Montenegro, yang pernah dianggap sebagai sekutu kuat, bergabung dengan NATO pada 2017 meskipun ditentang oleh Kremlin. Montenegro juga bergabung dengan sanksi Barat terhadap Moskow atas invasi Ukraina, yang menyebabkan Moskow mencap Montenegro sebagai "negara musuh" bersama dengan beberapa negara lain yang bergabung dengan embargo.

“Dalam serangan semacam itu, biasanya ada organisasi yang menjadi topeng bagi dinas intelijen negara,” kata Konjevic, seraya menambahkan bahwa data kementerian pertahanan terkait NATO dilindungi “dengan cara khusus” sementara kemungkinan kebocoran lainnya “sedang diselidiki.”

Montenegro, yang memisahkan diri dari Serbia yang jauh lebih besar pada 2006, saat ini dijalankan oleh pemerintah sementara yang telah kehilangan dukungan parlemen karena kesepakatan curang Perdana Menteri Dritan Abazovic dengan Gereja Ortodoks Serbia yang berpengaruh tanpa persetujuan dari seluruh koalisi yang mendukung pemerintah.

Sekira 620.000 warga Montengro sangat terbelah antara mereka yang ingin negara itu memulihkan hubungan dekatnya dengan Serbia dan Rusia dan mereka yang menginginkannya untuk melanjutkan jalurnya menjadi anggota Uni Eropa.

Negara-negara Eropa Timur lainnya yang dianggap musuh Rusia juga menghadapi serangan siber, sebagian besar kampanye penolakan layanan tingkat gangguan yang membuat situs web tidak dapat dijangkau dengan membanjiri mereka dengan data sampah tetapi tidak merusaknya. Target termasuk jaringan di Moldova, Slovenia, Bulgaria, Makedonia Utara, dan Albania.

Pekan lalu, Albania memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran dan mengusir diplomatnya setelah serangan siber pada Juli yang dituduhkan pada Republik Islam.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya