"Beliau guru saya dan pembimbing saya sewaktu menjadi aktivis mahasiswa. Hingga saat ini beliau selalu memberikan masukan-masukan terkait langkah dan jalan politik yang saya ambil," terangnya.
"Pemikiran keagamaan, politik, kebangsaan dan sosialnya sangat konstruktif dalam konteks keindonesiaan. Beliau termasuk diantara Pembaharu Islam di Indonesia masa kini," sambungnya.
Pemikirannya juga melebur dalam aksi nyata di kehidupan sehari-hari dan kehidupan Internasional dengan diraihnya gelar 'Sir' yang diberikan oleh Kerajaan Inggris dan juga dari mendapatkan gelar serupa dari Kerajaan Jepang.
"Beliau adalah intelektual yang progresif dengan berbagai karya bukunya dan tulisannya di berbagai jurnal internasional. Kami sangat kehilangan guru kami, Selamat tinggal guru bangsa," katanya.
(Awaludin)