Ketika Jalan Kaki Lebih Populer Dibandingkan Sepak Bola, Lomba Berlangsung Selama 6 Hari

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Rabu 28 September 2022 06:04 WIB
Pada abad ke-19, jalan kaki lebih populer ketimbang sepak bola dengan lomba yang berlangsung selama 6 hari. (Via BBC)
Share :

Sama seperti olahragawan hari ini, para atlet pejalan kaki (disebut pedestrian) menerima uang yang jumlahnya menggiurkan.

Siapapun yang mampu berjalan paling jauh dalam waktu yang disediakan akan memenangkan $25.000 (sekitar $679.000 atau Rp9,75 miliar dengan nilai sekarang).

Mereka juga akan mendapatkan sebuah sabuk perak yang diukir dengan kata-kata "Juara Dunia Jarak Jauh".

Dari mana kegilaan akan olahraga aneh ini berasal? Bagaimana para atlet mendapatkan ketahanan biologis untuk melakukannya? Dan, mengapa olahraga ini kemudian menghilang?

Taruhan konyol

Pedestrianisme pertama kali dimulai dan berlanjut dengan tujuan sama, dengan hadiah dan taruhan.

Pada 1859, Edward Payson Weston adalah pemuda kurus 19 tahun yang bekerja sebagai tukang cetak koran New York Herald. Surat kabar ini di kemudian hari meliput kariernya secara detail.

Suatu hari, dia diminta untuk mengambil sebuah kotak berisi bunga kiriman dari pasar yang diangkut oleh mobil pengantar, lalu mengirimkannya kembali untuk atasannya, tapi dia lupa.

Mobil pengantar itu datang, lalu pergi lagi. Menyadari kesalahannya, dia menyusul mobil tersebut dengan berjalan kaki, dan kemudian berhasil menemukannya di sekitar West 70th Street.

Teman-teman Weston mendengar kisah ini dengan antusias, dan besoknya, dia diganjar bayaran dua kali lipat karena aksi heroiknya.

Menyadari bahwa kakinya adalah tambang emas potensial, setahun kemudian dia bertaruh dengan seorang temannya tentang hasil pemilihan presiden 1860. Yang kalah, harus berjalan kaki ke Washington untuk melihat upacara inaugurasi.

Dia bertaruh untuk lawan pasangan Abraham Lincoln-John Breckinridge dari Partai Demokrat. Karena kalah taruhan, dia berjalan kaki selama sepuluh hari, yang kemudian justru membuat dia menjadi terkenal.

Dia kemudian menantang lebih banyak orang dalam hal ketahanan berjalan kaki. Selebihnya adalah sejarah.

Pionir Pedestrian ini membuat para dokter dan orang-orang kagum. Dia bahkan diteliti dengan seksama oleh para dokter, sampai ke air seni dan fesesnya.

Selama olahraga aneh ini berkembang, pedestrianisme juga mengalami apa yang kita lihat dalam olahraga populer di masa kini.

Para atlet selebritas diberikan nama panggilan. Mantan penjilid buku yang kemudian menjadi juara, William Gale, dijuluki "Pejalan Terjal Berliku dari Cardiff", sementara Weston sendiri populer dengan nama "Weston si Pejalan Kaki".

Matthew Algeo, penulis buku Pedestrianism: When Watching People Walk Was America's Favorite Spectator Sport, menjelaskan bahwa meskipun melihat orang-orang berjalan dalam lingkaran terdengar sangat aneh bagi penikmat olahraga sekarang, arena di kala itu sangat berwarna dan hidup.

"Weston akan memainkan coronet saat berjalan, dan dia selalu mengenakan jubah dan membawa pecut."

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya