Kisah Long March Pasukan Siliwangi, Prajurit TNI Jalan Kaki Sepanjang 600 Km Atas Instruksi Jenderal Soedirman

Cita Zenitha, Jurnalis
Rabu 05 Oktober 2022 10:52 WIB
Ilustrasi (Foto: TNI AD)
Share :

Seperti halnya para pasukan, istri dan anak mereka juga ikut berjalan kaki menuju kantong gerilya. Mereka harus melalui jalan yang gelap gulita, menyeberangi sungai deras, mendaki bukit-bukit licin dan curam, termasuk menghadapi hewan-hewan liar dan buas.

Sepanjang 600 km, mereka berjalan kaki, menghadapi kelaparan, penyakit hingga serangan militer Belanda dan teror pasukan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII). Dalam perjalanan, ada anak-anak dan perempuan tewas terbunuh oleh bom pesawat-pesawat Belanda.

Jenderal Soedirman memainkan peran kunci dalam situasi ini. Sebab Presiden Soekarno dan Moh.Hatta telah diculik dan dibuang ke Ende. Telah memperkirakan peristiwa ini akan terjadi, Jenderal Besar Soedirman memerintahkan pejuang Siliwangi untuk bergerak ke Jawa Barat membentuk perlawanan sampai membuat pulau Jawa menjadi persatuan gerilya yang besar.

Perjalanan dimulai dengan keringat dan darah. Pejuang Siliwangi harus menempuh perjalanan yang begitu luar biasa. Long March dari Jawa Tengah ke Jawa Barat itu dipimpin oleh Letnan Kolonel Siliwangi Daan Yahya pada tahun 1948. Mereka harus berjalan sejauh 600 km menelusuri hutan gelap, sungai dan tak jarang berhadapan dengan hewan buas.

Selama perjalanan, tidak banyak persediaan makanan dan alat bertahan hidup yang dibawa. Hingga mereka harus menahan lapar dan terus berjalan sampai tujuan. Bahkan dalam perjalanan anak, istri dan kerabat tak jarang menjadi korban dan akhirnya meninggal. Beberapa meninggal karena sakit, kelaparan dan terbunuh karena bom yang dilayangkan pesawat musuh.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya