NIGERIA – Menteri penanggulangan bencana Nigeria mengatakan banjir yang baru-baru ini terjadi di negaranya telah menjadi bencana "luar biasa", dan banyak negara bagian tidak siap menghadapinya dengan baik meskipun ada peringatan.
Lebih dari 600 orang meninggal dalam banjir terburuk yang pernah dialami negara Afrika Barat itu dalam satu dekade.
Sekitar 1,3 juta orang telah mengungsi, dan lebih dari 200.000 rumah hancur. Banjir diperkirakan akan berlanjut hingga akhir November mendatang.
Nigeria diketahui terbiasa dengan banjir musiman, tetapi tahun ini jauh lebih buruk dari biasanya.
Baca juga: Tiba di Pakistan, Tim Medis Indonesia 2 Bulan Bantu Korban Banjir
Pemerintah mengatakan hujan lebat yang tidak biasa dan perubahan iklim yang harus disalahkan.
Baca juga: Banjir Dahsyat Pakistan, UNICEF: 3,4 Juta Anak-Anak Butuh Alat Pendukung Kehidupan
Para ahli juga mengatakan perencanaan dan infrastruktur yang buruk telah memperburuk kerusakan.
Sejak banjir dimulai pada awal musim panas, sebagian besar lahan pertanian telah hancur.
Ada kekhawatiran tentang meningkatnya penyebaran penyakit, dan pasokan makanan dan bahan bakar juga terganggu.
Dalam konferensi pers pada Minggu (16/10/2022),Menteri urusan kemanusiaan dan manajemen bencana Nigeria, Sadiya Umar Farouk, meminta pemerintah setempat untuk mengevakuasi orang-orang yang tinggal di daerah paling berisiko.