Ukraina Tuduh Rusia Culik 2 Pejabat Senior PLTN Zaporizhzhia

Susi Susanti, Jurnalis
Rabu 19 Oktober 2022 06:01 WIB
PLTN Zaporizhzhia (Foto: AFP)
Share :

UKRAINA - Perusahaan energi nuklir negara Ukraina menuduh Moskow menculik dua pejabat senior di pembangkit listrik tenaga nuklirnya (PLTN) di Zaporizhzhia.

PLTN terbesar di Eropa ini diketahui diduduki oleh pasukan Rusia tetapi staf Ukraina terus bekerja di sana dalam kondisi yang sulit.

"Kami mengharapkan bahwa Rusia akan mengintensifkan serangan terhadap infrastruktur energi dan infrastruktur sipil dan meningkatkan perang perkotaan menuju musim gugur - dan di sini kita persis dengan skenario yang terjadi," kata anggota parlemen Ukraina Lesia Vasylenko kepada BBC.

Baca juga: Sehari Usai Putin Keluarkan Dekrit Resmi Sita PLTN, IAEA: PLTN Zaporizhzhia Milik Ukraina

Dalam penilaian terbarunya, intelijen pertahanan Inggris mengatakan sangat mungkin bahwa Rusia semakin bersedia untuk menyerang infrastruktur sipil, selain target militer, sejak kemundurannya di medan perang.

Baca juga: Putin Tanda Tangani Dekrit Resmi Sita PLTN Zaporizhzhia

Serangan rudal dan pesawat tak berawak Rusia telah membawa seruan baru dari pemerintah Ukraina untuk pengiriman rudal pertahanan udara.

Sebelumnya, Amerika Serikat (AS) mengatakan setuju dengan sekutu Prancis dan Inggrisnya bahwa pasokan drone oleh Iran melanggar resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait dengan perjanjian nuklir, yang melarang transfer teknologi militer tertentu.

Ukraina telah mengidentifikasi drone yang digunakan dalam serangan mematikan di Kyiv dan Sumy sebagai kendaraan udara tak berawak (UAV) Shahed-136. Mereka dikenal sebagai Geran-2 di Rusia.

Vedant Patel dari Departemen Luar Negeri AS mengatakan Washington tidak akan ragu untuk menggunakan sanksi.

Sementara itu, Uni Eropa (EU) mengatakan sedang mengumpulkan bukti dan siap untuk bertindak.

Baik Rusia dan Iran telah membantah bahwa drone Iran dikerahkan.

Namun, pejabat Barat di Ukraina mengatakan tidak diragukan lagi bahwa pesawat tak berawak itu berasal dari Iran dan jelas Rusia berusaha menyerang jaringan listrik.

Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mengatakan dia akan meminta Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Teheran. Dia juga mengatakan sebuah catatan resmi akan dikirim ke Israel untuk meminta pasokan pertahanan udara secepat mungkin.

Pejabat Israel sejauh ini berhenti mengirim senjata ke Kyiv. Seorang tokoh keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, telah memperingatkan bahwa jika mereka melakukannya, hubungan dengan Moskow akan hancur.

(Susi Susanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya