“Kita membangun juga pranata-pranatanya, ada Kementerian Agama, ada lagi majelis-majelis agama, Islam ada MUI (Majelis Ulama Indonesia), Kristen ada KWI (Konferensi Waligereja Indonesia), ada PGI (Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia), Buddha ada, Hindu ada, ada Forum Kerukunan Umat Beragama. Kita terus mengembangkan dialog-dialog kebangsaan,” jelas Wapres.
Menutup dialognya, Wapres menyebutkan intoleransi disebabkan oleh hawa nafsu manusia sebagai makhluk hidup yang tidak dikendalikan sehingga menyebabkan emosi berlebihan yang menciptakan intoleransi.
“Jadi, sebenarnya intoleransi itu tidak boleh, bukan ajaran. Itu sebenarnya emosional, hawa nafsu yang menguasai kita,” pungkas Wapres.
(Qur'anul Hidayat)