Intelijen Inggris Ingatkan Ancaman Agresi Setelah Rusia Gunakan Teknologi China

Nadilla Syabriya, Jurnalis
Jum'at 21 Oktober 2022 14:01 WIB
Foto: Strait Times
Share :

INGGRIS - Kepala Badan Intelijen Elektronik dan siber Inggris (GCHQ), Jeremy Fleming, memperingatkan ancaman agresi Rusia yang semakin berbahaya setelah menggunakan teknologi China. Teknologi tersebut digunakan untuk mengendalikan perbedaan pendapat dan kemampuannya yang berkembang dalam menyerang sistem satelit.

Melansir Strait Times, Jumat (21/10/2022) Rusia telah menggunakan teknologi China untuk mengendalikan mata uang digital serta mampu melacak individu yang menentang atau menjadi target.

(Baca juga: Putin Bertemu Presiden China Pertama Kali Usai Invasi Ukraina, Apa yang Dibahas?)

Fleming juga mengatakan, pihaknya skeptis tentang seberapa jauh China akan mendukung agresi Rusia. "Saya tidak berpikir bahwa ini adalah ‘hubungan tanpa batas’ antara Rusia dengan China," kata Jeremy Fleming.

Dia sengaja memakai kata ‘hubungan tanpa batas’ yang digunakan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping ketika mereka bertemu di Olimpiade Beijing awal tahun ini, tepat sebelum invasi Ukraina.

“Mengingat kinerja medan perang Rusia yang suram, China tentunya mempertimbangkan keuntungan dan kerugian dimana mereka terus menyelaraskan diri dengan Rusia,” lanjut Jeremy.

Agensi Jeremy Fleming secara resmi, disebut Government Communications Headquarters, mitra dari National Security Agency di Amerika Serikat, telah memainkan peran yang semakin penting dalam melacak komunikasi Rusia dan China.

Pidato resmi Jeremy Fleming sendiri dibacakannya tepat sebelum pembukaan kongres Partai Komunis yang dimulai di Beijing pada hari Minggu, di mana Xi Jinping diperkirakan akan ditunjuk untuk masa jabatan lima tahun ketiga sebagai pemimpin tertinggi China.

Menanggapi hal ini, Dewan Pimpinan Pusat Pelajar Islam Indonesia (DPP PII) menilai langkah berani Jeremy Fleming, sepatutnya diikuti oleh negara-negara dunia lainnya termasuk Indonesia yang memiliki teknologi intelijen elektronik dan siber.

Wakil Bendahara Umum DPP PII, Furqan Raka mengatakan sinergitas antara Rusia-China bidang teknologi khususnya pada masa invasi ke Ukraina, sangat mengkhawatirkan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya