Simak Sejarah Baret Ungu Marinir Korps Marinir TNI AL

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis
Senin 24 Oktober 2022 11:12 WIB
Ilustrasi (Foto: Dok Sindo)
Share :

Lantas, bagaimana sejarah baret ungu Marinir Korps Marinir TNI AL? Untuk mengetahuinya, simak penjelasan berikut ini.

Dalam sejarahnya, baret ungu pertama kali digunakan oleh Batalyon-1 KKO-AL dalam Operasi Alugoro di Aceh pada 1961. Baret tersebut dilengkapi emblem Korps Marinir yang mulanya berbentuk segi lima warna merah dengan lambang topi Baja Romawi dan dua pedang bersilang di tengahnya.

Namun, pada 1962, tepat di HUT yang ke-17 KKO-AL, terdapat perubahan lambang emblem baret Keris Samudera dikelilingi oleh pita dengan tulisan “Jalesu Bhumyamca jayamahe” dan tulisan “Korps Komando” di bawahnya.

Perubahan  pada baret terus dilakukan hingga tahun 1968, diadakan sedikit perubahan lagi dengan memberi garis pinggir warna kuning dari segi lima merahnya.

Lalu, pada 1975, Berdasarkan Skep Kasal No. Skep/1831/X1/1975 tanggal 14 November 1975 nama Korps Komando Angkatan Laut (KKO-AL) kembali diubah menjadi Korps Marinir sesuai dengan nama lahirnya Korps Marinir sejak 1945.

Tak sampai situ, perubahan kembali terjadi saat Kepala Staf TNI AL mengeluarkan Surat Keputusan No. Skep/2084/X/1976 tanggal 20 Oktober 1976, tentang Perubahan Emblem Korps Marinir. Perubahan itu pada penambahan Jangkar sebagai latar belakangnya, pita bertuliskan “Korps Komando” berubah menjadi “Korps Marinir” sementara angka “1945” tetap digunakan sebagai tanda lahirnya.

Emblem pasukan elite tersebut yang mulanya ada di samping kiri bagian depan baret kini dipasang pada baret dengan ketentuan bahwa tengah-tengah dasar emblem terletak tepat di atas ujung luar kening mata kiri. Dari perubahan yang ada emblem tersebut secara resmi mulai dipakai tepat pada peringatan HUT ke-31 Korps Marinir tanggal 15 November 1975.

(RIN)

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya