Surya Paloh menegaskan, belum pasti juga bahwa Jokowi akan melakukan reshuffle, jadi reshuffle itu bisa terjadi atau tidak. Reshuffle ini bukan masalah Nasdem siap atau tidak, tapi lebih kepada hak prerogatif presiden, dan Nasdem tidak berpikir untuk menarik dukungan ke pemerintah.
“Belum tentu. Kenapa harus narik dukungan. Belum pasti itu (reshuffle) bisa iya bisa tidak,” ujarnya.
Presiden Jokowi, kata dia, sangat memahami apa arti dari keberadaan Nasdem di sisinya selama ini. Jika memang Jokowi masih memerlukan Nasdem tentu ia akan menghargai, tapi kalau dianggap tidak ada gunanya lagi, ia pun akan tetap menghormati keputusan itu.
“Presiden Jokowi yang saya kenal tentu memahamin juga, apa arti keberadaan Nasdem bersama beliau, nah kalau misalnya masih dianggap tetap diperlukan saya menghargai, tapi kalau misalnya dianggap “Ah Nasdem ini enggak ada gunanya lagi nih”, saya (kalau) suruh minggir saja, artinya kita akan menghormati itu,” ungkap Surya.
(Widi Agustian)