PONOROGO - Hujan deras menyebabkan tebing longsor, dan memutus jalan penghubung antar desa di Ponorogo Jawa Timur. Akibatnya, guru dan siswa kesulitan ke sekolah, untuk sampai di sekolah, mereka melalui jembatan darurat, naik turun bukit dan berjalan kaki 2 kilometer.
Diantar oleh ibunya, Gladis, siswa kelas 4 Sekolah Dasar Negeri Satu Ngrogung Kecamatan Ngebel Ponorogo ini, naik turun bukit. Kemudian, melintas di jembatan darurat, di atas lokasi longsor. Selanjutnya berjalan kaki sejauh 2 kilometer, untuk sampai di sekolah.
Tak hanya Gladis, belasan siswa SD dan guru, terpaksa bernasib sama. Harus naik turun bukit, melintas jembatan darurat dan berjalan kaki, hingga dua kilometer, untuk tiba di sekolah.
Kondisi ini terjadi, karena jalan raya di desa setempat, putus total, karena diterjang longsor. Sayangnya, jalan ini satu satunya akses ke sekolah.
"Siswa dan guru yang akan ke sekolah, kesulitan melintas, warga akhirnya membuat jembatan darurat, agar bisa dilalui siswa dan guru, ke sekolah," kata Guru SDN Ngrogung, Nur Setyowati.
Jalan penghubung antar Desa Sahang dan Desa Ngrogung Kecamatan Ngebel Ponorogo ini, putus total diterjang longsor. Tebing di sisi kanan jalan longsor, pun badan jalan sepanjang 100 meter, ambles terbawa longsor.
Jalan putus total dan tak bisa dilalui sama sekali. Warga berharap, agar jalur segera diperbaiki, untuk bisa dilalui sepeda motor.
(Khafid Mardiyansyah)