Sharazani menerangkan, wong cilik cenderung menjagokan Prabowo karena faktor ekonomi menjadi alasan menginginkan calon pemimpin yang dapat membawa mereka keluar dari himpitan hidup saat ini.
"Prabowo mereka persepsikan sebagai capres yang memiliki kemampuan membuat ekonomi rakyat menjadi lebih baik," paparnya.
Sebanyak 62,5% responden yakin Prabowo mampu membuat kondisi ekonomi Indonesia lebih baik daripada sekarang.
Keyakinan tersebut menurun terhadap calon-calon lain. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, misalnya, hanya meraih 51,2%, sedangkan eks Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, 50,9%.
Sementara itu, dalam pertanyaan tertutup terkait preferensi pemilih terhadap 11 nama capres yang disodorkan, Prabowo meraih dukungan tertinggi dengan 29,5%. Lalu, disusul Ganjar (20,9%) dan Anies (19,8%).
Selanjutnya, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (7,5%); Ketua Umum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY (4,2%); Menteri BUMN, Erick Thohir (3,9%); Kepala Staf Presiden, Moeldoko (3,8%); Menparekraf, Sandiaga Uno (2,8%); Ketua DPR, Puan Maharani (2,1%); Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto (2%); dan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar (1,1%). Adapun 2,4% responden menjawab tidak tahu.
PWS melibatkan 1.200 warga negara Indonesia (WNI) yang telah memiliki hak pilih dan tersebar di 34 provinsi sebagai responden. Pemilihannya menggunakan teknik systematic random sampling.
Mereka diwawancara melalui sambungan telepon dengan pedoman kuesioner. Adapun toleransi kesalahan (margin of error/MoE) survei sekitar 2,83% pada tingkat kepercayaan 95%.
(Fakhrizal Fakhri )