JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto mengatakan pihaknya akan mengaktifkan Posko Penanganan Bencana pascagempa M5,6 yang mengguncang kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
“Kami akan segera mengaktifkan Posko Penanganan Bencana,” tegas Suharyanto saat Konferensi Pers secara virtual, Senin (21/11/2022).
BACA JUGA:Gempa Cianjur, Kapolres: 44 Orang Meninggal Dunia
Diketahui, saat ini tercatat sebanyak 14 orang meninggal dunia akibat gempa. “Baru saja kami mendapat informasi bahwa korban jiwa khususnya di kabupaten Cianjur ini sudah 14 orang meninggal dunia. Saya tambahkan lagi 14 orang meninggal dunia yaitu di kecamatan Cilaku Desa Rancagoong Kecamatan Cianjur Desa Limbangan Sari, dan Kecamatan cugenang,” ungkap Suharyanto
Suharyanto mengatakan, korban jiwa diperkirakan akan terus bertambah. “Tentu saja ini informasi ini akan berkembang terus karena seperti kita ketahui bersama bahwa pendataan terkait korban apabila terjadi gempa tidak bisa dilaksanakan secara cepat dengan korban akan terus bertambah,” tuturnya.
BACA JUGA:BMKG Mencatat Terjadi 25 Kali Gempa Susulan di Cianjur
“Kemudian juga 17 orang warga luka-luka,” tambahnya.
Suharyanto melaporkan kerugian materiil di Kabupaten Cianjur diantaranya 7 unit rumah rusak berat, 1 unit Pondok Pesantren rusak berat, 1 unit rumah sakit umum daerah Cianjur rusak ringan, 3 unit gedung pemerintah rusak ringan, 3 unit gedung fasilitas pendidikan rusak, 1 unit sarana ibadah rusak, 1 unit toko rusak, dan 1 unit café rusak.
“Khusus kabupaten Bogor juga ada 4 unit rumah rusak,” tuturnya.
“Sementara untuk kabupaten-kabupaten lainnya sebagaimana yang dijelaskan oleh Ibu Kepala BMKG memang semuanya merasakan dampak terkait gempa ini, meskipun yang paling terdampak adalah di Kabupaten Cianjur,” ungkapnya.
Sementara itu, Suharyanto mengatakan, BNPB dan BMKG besok akan langsung meninjau lokasi gempa.
“Selanjutnya langkah-langkah yang dilaksanakan oleh BNPB dan BMKG, besok pagi saya akan ke sasaran. Saya undang juga Kepala BMKG jika berkenan untuk beserta kami untuk melaksanakan pendampingan terhadap langkah-langkah penanganan gempa di Kabupaten Cianjur,” pungkasnya.
(Awaludin)