JAKARTA - Badan SAR Nasional (Basarnas) berencana untuk membuat rumah sakit darurat dengan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) untuk korban gempa di Cianjur, Jawa Barat. Rumah sakit itu akan fokus memberikan pelayanan bedah ortopedi.
"Mereka sudah memiliki tim dokter maupun peralatannya segera memberikan bantuan darurat sekali lagi darurat dalam bedah ortopedik," kata Kepala Basarnas Marsekal Madya Henri Alfiandi dalam konferensi pers di kantor Basarnas, Jakarta Pusat, Selasa (22/11/2022).
Berdasarkan data yang diberikan Henri, Basarnas mencatat sebanyak 162 korban meninggal dunia dan 326 orang luka-luka dalam peristiwa itu. Para korban luka tersebut disebutnya sudah tidak bisa berjalan sendiri, sehingga harus ditandu.
Baca juga: Tinjau Longsor di Cugenang Cianjur, Ini Arahan Presiden Jokowi
"Yang pertama, untuk korban saya pastikan korban yang terdampak itu cukup berat. Karena 300 lebih ya, ini cukup berat," ujarnya.
Sementara itu, untuk jumlah pengungsi saat ini terdata berjumlah 13.784 orang, dan kerusakan rumah dan bangunan sebanyak 2.345 unit.
Baca juga: Polri Terjunkan 1.000 Personel, Bantu Evakuasi dan Bangun Dapur Umum untuk Korban Gempa Cianjur
Kekinian, pihaknya telah menerjunkan 103 personel guna membantu pencarian dan evakuasi korban gempa Cianjur , Jawa Barat. Selain itu, Basarnas juga menerjunkan tiga rescue truck, 3 rescue compartment, dan dua rescue motor trail.