Selain itu, kata Henry, Basarnas juga mengatakan pihaknya kesulitan melakukan evakuasi warga dari reruntuhan, karena kekurangan alat seperti untuk membelah beton, memotong baja dan pengungkit. Sehingga solusinya, tim dari beberapa daerah turut membawa alat-alat yang dibutuhkan.
“Ini (alat) bisa kita hitung, dari banyaknya bangunan yang runtuh. kita merasa sangat kekurangan, dan solusinya kita memberangkatkan bantuan dari Solo, Semarang, Jogja, Cilacap untuk bawa peralatan ini ke Cianjur sehingga pelayan untuk menolong di dalam reruntuhan bisa dipenuhi,” papar Henry.
(Fakhrizal Fakhri )