JAKARTA – Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR, Kepala Basarnas Henry Bambang Soelistyo mengungkap bahwa di antara ratusan korban yang meninggal dunia dalam gempa di Cianjur, Senin 21 November 2022 kemarin, banyak di antaranya merupakan anak-anak sekolah yang masih berada di sekolah.
“Kebanyakan korban yang terdampak Cianjur ini adalah mereka yang keruntuhan bangunan. Pada hari kemarin kita mendapat laporan banyak sekali anak-anak yang ada di sekolah yang menjadi korban,” kata Henry di Ruang Rapat Komisi V DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (22/11/2022).
Henry menjelaskan, anak-anak tersebut masih berada di dalam kelas saat gempa terjadi. Terlebih, titik gempa itu berada di bawah permukiman warga sehingga dampaknya menjadi besar.
Baca juga: Tangani Korban Gempa Cianjur, Basarnas Beri Pelayanan Bedah Ortopedi
“Seperti apa yang dijelaskan pihak BMKG tadi, episentrumnya persis di bawah permukiman dengan 5,6 (magnitudo) ini kita tidak perlu lagi menyangsikan dampak kerusakannya,” terangnya.
Menurut Henry, sampai kemarin bantuan dari berbagai wilayah seperti Bandung, Jakarta, Cirebon dan Cilacap dikerahkan ke lokasi. Namun, yang menjadi salah satu tantangan yang dihadapi oleh tim adalah belum terjangkaunya kampung kecil di luar perkotaan.
Baca juga: Gempa Dahsyat Cianjur Periode Perulangan Setiap 20 Tahun
“Dan juga banyaknya kampung-kampung atau daerah yang terpencil yang belum bisa kita tangani segera,” ungkapnya.
Selain itu, kata Henry, Basarnas juga mengatakan pihaknya kesulitan melakukan evakuasi warga dari reruntuhan, karena kekurangan alat seperti untuk membelah beton, memotong baja dan pengungkit. Sehingga solusinya, tim dari beberapa daerah turut membawa alat-alat yang dibutuhkan.
“Ini (alat) bisa kita hitung, dari banyaknya bangunan yang runtuh. kita merasa sangat kekurangan, dan solusinya kita memberangkatkan bantuan dari Solo, Semarang, Jogja, Cilacap untuk bawa peralatan ini ke Cianjur sehingga pelayan untuk menolong di dalam reruntuhan bisa dipenuhi,” papar Henry.
(Fakhrizal Fakhri )