JAKARTA - Hampir setiap negara di dunia memiliki badan intelijen. Sebuah badan intelijen memiliki fungsi dasar dapat mendeteksi dengan cepat terhadap berbagai macam ancaman sehingga dapat melakukan pengamanan maksimal terhadap negara.
BACA JUGA: Sejarah CIA, Badan Intelijen Milik Amerika Serikat
Jika sistem intelijen sebuah negara kuat, di mana sumber-sumber masalah dapat dideteksi secepat mungkin dengan valid dan dapat diantisipasi sebelum menjadi masalah, itu tentu akan menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakatnya.
CIA dan FBI adalah dua agensi intelijen di Amerika Serikat (AS) sering bekerja sama, namun keduanya memiliki area fokus yang berbeda. Berikut penjelasannya!
Central Intelligence Agency (CIA) didirikan 18 September 1947 dan Federal Bureau of Investigation (FBI) didirikan 26 Juli 1908 keduannya merupakan bagian dari Komunitas Intelijen Amerika Serikat (AS). CIA sebagian besar beroperasi di luar Amerika Serikat untuk mengumpulkan intelijen melalui jaringan mata-mata sedangkan FBI sebagian besar beroperasi di AS untuk mengumpulkan intelijen serta menangani kejahatan federal .
BACA JUGA: 8 Badan Intelijen yang Paling Ditakuti di Dunia
CIA adalah lembaga intelijen internasional yang tidak bertanggung jawab atas keamanan dalam negeri. Agensi ini memiliki tiga fungsi memperoleh dan menganalisis informasi tentang orang asing, melakukan propaganda dan hubungan masyarakat dan menggelar operasi rahasia untuk pertahanan Presiden.
Sedangkan FBI berperan sebagai badan penegak hukum, mengumpulkan informasi intelijen berkaitan dengan keamanan dalam negeri dan melakukan penyelidikan kejahatan, dan hanya berfokus pada dalam negeri.
CIA dan FBI sering kali bekerja sama, tapi FBI memiliki tanggung jawab yang jauh lebih luas daripada CIA. Selain menangani beberapa masalah intelijen dalam negeri, FBI juga memiliki kantor di luar negeri untuk mengkoordinasikan pengumpulan informasi. Kantor FBI di luar negeri memberitahu kantor dalam negeri tentang potensi ancaman dan bidang minat. FBI dapat menentukan bahwa tindakan harus diambil untuk memastikan keamanan dalam negeri, dan akan mengirimkan petugas lapangan sesuai kebutuhan. Keduanya memiliki area fokus yang berbeda:
Area fokus CIA meliputi:
-Nonproliferasi nuklir
-Kontraintelijen
-Kontraterorisme
-Kejahatan terorganisir asing
-Kontrol senjata
-Perdagangan narkoba
Area fokus utama FBI meliputi:
-Melindungi AS dari serangan teroris
-Melindungi AS dari operasi intelijen asing dan spionase
-Memerangi korupsi publik
-Melindungi AS dari serangan dunia maya dan kejahatan teknologi tinggi
-Melindungi hak-hak sipil
-Memerangi tindakan utama kejahatan kekerasan
-Mendukung mitra federal, negara bagian, kabupaten, kota, dan internasional
-Memerangi tindakan utama kejahatan kerah putih
-Meningkatkan teknologi untuk mengikuti misi FBI.
(Rahman Asmardika)