Sementara itu, Jeanni Latumahina, Ketua Relawan Perempuan dan Anak Perindo mengatakan, kedatangannya ke pondok tersebut untuk mendaftarkan anak korban rudapaksa bersama adiknya.
"Harapannya dengan di masukkan ke pondok, dapat memulihkan kejiwaan dan psikologi sang anak, sehingga diharapkan bisa memulai kehidupan barunya selayaknya anak-anak," kata Jeanni.
Dalam kesempatan tersebut, RPA Perindo juga melihat langsung kehidupan di pondok Tahfidz Al-quran Modern Al –imam, di mana masing-masing santri memiliki karakter yang bagus, dan cerdas. Terlihat dari hasil sistem pembelajarannya, berjejer puluhan tropy hasil dari beragam kompetisi, meliputi lomba science, lomba hafalan al-quran hingga lomba matematika.
(Khafid Mardiyansyah)