"Mereka menganggap parpol itu tidak penting, karena suara-suara mereka ini tidak didengar. Ketika sudah menjabat hanya janji-janji palsu. Akhirnya anak-anak muda ini tidak menentuhkan pilihannya dan golput gitu," ungkap Ravena.
Faktor ketidakpercayaan dan mengubah stereotipe parpol di mata generasi muda menjadi pekerjaan rumah yang serius dilakukan setiap pelaku parpol.
"Ini menjadi PR partai-partai politik. Ajaklah, gaetlah, didiklah, edukasilah generasi-generasi muda dan gimana caranya parpol merubah mindset anak muda," pungkasnya.
(Qur'anul Hidayat)