Mengungkap Bencana Hidrometeorologi seperti Banjir dan Longsor yang Sering Melanda Indonesia

Binti Mufarida, Jurnalis
Rabu 14 Desember 2022 19:30 WIB
Banjir (Foto: Dok Okezone)
Share :

2. Angin Kencang

Angin kencang adalah naiknya kecepatan angin lebih dari 27,8 km/jam dari wilayah dengan tekanan udara yang lebih tinggi ke wilayah dengan tekanan udara yang lebih rendah. Apabila terjadi secara tiba-tiba atau mendadak yang berangsung hujan beberapa detik atau menit maka disebut sebagai gusty yang berkaitan dengan pertumbuhan awan cumulonimbus.

3. Banjir

Banjir adalah luapan air yang merendam tanah yang biasanya kering. Banjir dapat terjadi sebagai limpahan air dari badan air, seperti sungai, danau, atau laut, di mana air melewati atau memecah tanggul, yang mengakibatkan sebagian air keluar dari batas atau mungkin terjadi karena akumulasi air hujan di tanah yang sudah jenuh.

4. Longsor

Tanah longsor terjadi di lingkungan, yang ditandai oleh kemiringan lereng yang curam atau landai dengan sudut tertentu, pegunungan hingga tebing pantai atau di dasar laut. Dalam banyak kasus, tanah longsor dipicu oleh peristiwa tertentu (seperti hujan lebat, gempa bumi, lereng miring untuk membangun jalan, dan banyak lainnya).

5. Kekeringan

Kekeringan adalah defisit curah hujan pada suatu wilayah dalam periode tertentu. Hal ini juga dapat menyebabkan penurunan kelembaban tanah yang menyebabkan kerusakan tanaman. Dampaknya dapat dirasakan di beberapa sektor seperti sektor pertanian, sosial dan ekonomi.

6. Kebakaran Hutan dan Lahan

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) adalah penurunan terbakarnya banyak pohon, semak, paku-pakuan dan rumput di suatu wilayah. Penyebab dari Karhutla bisa karena faktor (kekeringan, musim kemarau yang berkepanjangan da sambaran petir) serta bisa karena faktor ulah manusia (pembakaran hutan secara sengaja untuk membuka la membuang puntung rokok dan membakar sampah di dek hutan). Di Indonesia, 95% karhutla disebabkan oleh ulah manusia.

7. Puting Beliung

Puting beliung adalah angin angin yang berputar dengan kecepatan lebih dari 63 km/jam yang bergerak secara garis lurus dengan lama kejadian maksimum 5 menit hingga beberapa menit. Angin puting beliung umumnya terjadi pada siang hingga sore hari pada pergantian musim hujan ke musim kemarau (pancaroba).

(Arief Setyadi )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya