Setelah berperang dan kalah dari Polandia, Prusia menjadi Kadipaten dan pengikut Polandia. Tak hanya itu, lantaran penguasanya gagal menghasilkan ahli waris, Kadipaten Prusia jatuh ke tangan Brandenburg, wilayah bekas Kekaisaran Romawi Suci.
Prussia sendiri membentuk sejarah Jerman, dengan ibukotanya di Berlin setelah 1451. Setelah 1871, Prussia bersatu dengan Jerman, yang menyebabkan negara tersebut kehilangan identitas khususnya. Alhasil negara tersebut dibubarkan dengan aci pada tahun 1932, dengan resmi pada tahun 1947.
2.Republik Texas
Meskipun baru merdeka selama kurang dari satu dekade, dari 1836 hingga 1846, bekas negara ini mewakili sebagian besar wilayah geografis Amerika Utara dan memainkan peran penting dalam sejarah Amerika Serikat, Meksiko, dan Kekaisaran Spanyol.
Texas memulai kehidupan kolonialnya sebagai wilayah Spanyol. Selama Perang Kemerdekaan Meksiko (1810-1821), Texas berhasil menimbulkan serangkaian kekalahan di Spanyol dan memutuskan untuk melakukannya sendiri, menyatakan kemerdekaan pada tanggal 1 April 1813.
Tak bertahan lama, pada 18 Agustus, pasukan Texas mengalami kekalahan telak. Namun, hanya enam tahun kemudian, upaya Texas untuk kemerdekaan diperbarui, tetapi digagalkan oleh Spanyol.
Pada 1821, Meksiko, bersama dengan wilayah Texasnya, memperoleh kemerdekaannya dari Spanyol. Pada 1834, orang Amerika di Texas melebihi jumlah orang Meksiko, menambah bahan bakar ke dalam api revolusioner, dan pada 1836, Texas mendeklarasikan kemerdekaan lagi.