6.Kerajaan Hawaii
Sebelum negara bekas merdeka ini menjadi negara bagian Amerika Serikat, Kerajaan Hawaii sudah ada sebagai negara berdaulat dan diakui oleh beberapa negara Eropa. Dibentuk pada 1795, Hawaii diperintah sebagai monarki absolut hingga tahun 1840 dan menjadi monarki konstitusional.
Negara ini menikmati hubungan baik dengan mitra dagang utamanya, Amerika Serikat, hingga tahun-tahun terakhir keberadaan negara tersebut, saat pemberontakan anti-monarki dan krisis ekonomi menimbulkan masalah dalam mengatur negara.
Meskipun mencoba untuk menerima konstitusi baru yang diminta oleh anti-monarki, Ratu Liliʻuokalani digulingkan oleh sebuah kelompok yang disebut "Komite Keamanan", sebuah kelompok yang sebagian besar terdiri dari warga negara Amerika. Negara ini sempat menjadi republik sebelum dianeksasi secara ilegal oleh Amerika Serikat pada 4 Juli 1898.
7.Negara Gran Colombia
Selama 12 tahun, dari 1819 hingga 1831, Kolombia Raya berdiri sebagai negara merdeka yang meliputi sebagian besar Amerika Selatan bagian utara dan sebagian Amerika Tengah.
Sejak didirikan, Gran Colombia dijalankan oleh Presiden Simón Bolívar, yang termasuk tokoh militer dan politik terkenal dengan warisan gerakan kemerdekaan di seluruh Amerika Selatan.
Negara itu secara luas dianggap sebagai negara paling kuat di Amerika Selatan dan menjadi inspirasi bagi gerakan kemerdekaan lainnya di wilayah yang tidak hanya ingin melepaskan diri dari penguasa kolonialnya tetapi juga ingin bergabung Gran Colombia.
Impian Bolivar untuk Gran Kolombia tidak akan bertahan lama. Pemerintah sangat tersentralisasi, dan daerah-daerah konstituen merasa kurang terwakili. Venezuela menuntut lebih banyak federalisme, yang menyebabkan konflik kekerasan dengan pemerintah.
Selain itu, negara tersebut melakukan perang teritorial dengan Peru dari 1828 hingga 1829. Alhasil, visi persatuan tidak cukup kuat, dan Gran Kolombia bubar. Venezuela, Ekuador, dan Granada Baru (sekarang Colombia) lahir sebagai negara penerus.
Itulah 7 daftar negara yang sudah lenyap dari peta dunia yang tak banyak orang ketahui.
(RIN)
(Rani Hardjanti)