Cerita Jenderal Kopassus Daftar Akmil karena Nonton Bioskop hingga Jual Sepeda Demi Lolos Seleksi

Tim Okezone, Jurnalis
Sabtu 24 Desember 2022 08:30 WIB
Soegito/Foto: Istimewa
Share :

JAKARTA - Menempuh pendidikan di Akademi Militer (Akmil) menjadi impian Soegito kecil. Kelak, mimpi ini pun berhasil diraihnya dengan menyandang gelar Letnan Jenderal (Letjen) Soegito.

Namun, perjalanan Jenderal Kopassus untuk meraih mimpi tidaklah mudah. Dia harus mengorbankan banyak hal untuk mencapai impiannya tersebut.

 BACA JUGA:Kondisi Try Sutrisno Semakin Stabil, Kepala RSPAD: Dirawat di Paviliun Kartika

Menukil buku Letjen (Purn) Soegito, Bakti Seorang Prajurit Stoottroepen, Jumat (23/12/2022), dikisahkan bahwa informasi terkait pendidikan di Akademi Militer (Akmil) masih sangat terbatas.. Saat itu namanya masih Akademi Militer Nasional (AMN) dan bermarkas di Magelang, Jawa Tengah.

Karena masih terbatasnya akses publik kepada informasi kala itu, memang akhirnya tidak banyak yang mengetahui keberadaan AMN di Magelang. Secara kebetulan mereka yang tinggal di Pulau Jawa dan lebih khusus lagi di sekitar Jawa Tengah, sedikit mendapat kelebihan informasi dibanding yang berada di luar wilayah itu.

Selain faktor kedekatan, sebenarnya informasi soal AMN bisa diperoleh lewat koran. Markas Besar Angkatan Darat kala itu juga sudah cukup sadar publikasi, sehingga pengumuman soal penerimaan taruna juga bisa diperoleh lewat bioskop. Ya tentu hanya bagi mereka yang suka menonton film.

Beruntung untuk Soegito muda, ia sejak lama memang suka menonton film di layar lebar. Soegito dapat melihat berita penerimaan taruna AMN, dalam tayangan berdurasi pendek itu. Sekolah militer dengan dibiayai oleh negara menjadi kesempatan yang terlalu menarik untuk dilewatkan.

 BACA JUGA:Musyawarah Rakyat Lampung Kompak Pilih Prabowo sebagai Capres 2024

Batinnya pun sepakat untuk mencari peruntungan dengan menjadi taruna AMN. Dengan informasi yang sangat terbatas itulah, ia dan beberapa temannya di SMA berniat menjadi tentara. Celakanya, semua proses seleksi untuk masuk ke AMN di Magelang diadakan di Semarang. Proses seleksi berlangsung sebelum ada pengumuman hasil ujian akhir SMA. Bolak-balik ke Semarang tidak hanya menyita waktu tapi juga menguras isi kantong.

Dengan uang saku yang selalu pas-pasan dan kadang kurang, Soegito memang harus bisa mengatur sendiri keuangannya, agar ketika dibutuhkan bisa langsung berangkat ke Semarang.

Ia pun kemudian pulang ke Cilacap untuk meminta restu orang tua, Soegito dipanggil bapaknya. Sambil memberi nasihat dan wejangan layaknya orang tua kepada anaknya, Pak Soeleman lalu menyuruhnya mengambil selembar daun sirih dan gelas diisi air putih.

"Gito, ini daun sirih kamu gulung. Lalu kamu potong tiga kali persis di atas gelasnya," ucap bapaknya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya