JAYAPURA - Gempa tektonik berkekuatan magnitudo 4,9 mengguncang Kota Jayapura, Papua, Senin (2/1/2023) sekira pukul 03.24 WIT. Usai gempa tersebut, Jayapura diguncang 47 gempa susulan.
Dari hasil analisis BMKG, episenter gempa magnitudo 4,9 itu terletak pada koordinat 2.53 LS dan 140.74 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 14 km arah Timur Laut Kota Jayapura, Papua pada kedalaman 10 km.
Jenis dan mekanisme gempa bumi disebutkan dengan melihat lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, tampak gempa bumi berkedalaman dangkal diduga diakibatkan aktivitas sesar lokal yang melintasi Jayapura.
Kepala Balai Besar MKG Wilayah V Jayapura, Yustus Rumakiek, mengatakan gempa ini tidak berpotensi tsunami. Guncangan gempa bumi ini dilaporkan dirasakan di daerah Kota dan Kabupaten Jayapura dengan skala IV MMI.
"Tidak berpotensi Tsunami, dan kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa bumi, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa bumi yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," kata Yustus, melalui rilis yang diterima media ini.
Pihaknya juga mencatat beberapa kali gempa susulan. Hingga pukul 07.00 WIT, hasil monitoring BMKG menunjukkan ada 47 kejadian gempa bumi susulan, 4 kejadian gempa di antaranya dirasakan dengan M4,1 pukul 03.31.29 WIT, M4,4 pada pukul 03.51 WIT, M3,1 pada pukul 06.43 WIT dan M3,3 pada pukul 06.56 WIT.
Pihaknya meminta masyarakat untuk memantau informasi melalui laaman media sosial BMKG.
Akibat gempa ini, dilaporkan sempat terjadi kepanikan, dan barang-barang milik warga berjatuhan.
"Iya barang dikios saya banyak yang jatuh, karena kita susun di rak-rak,"kata Hendra, warga Abepura.
"Sempat panik karena masih pagi sekali. Kami keluar rumah semua," ucapnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)